Rabu, 19 Maret 2014

matakuliah psikoterapi

Artikel 1



Pengertian Psikoterapi
Psikoterapi adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran.

Psikoterapi adalah proses difokuskan untuk membantu Anda menyembuhkan dan konstruktif belajar lebih banyak bagaimana cara untuk menangani masalah atau isu-isu dalam kehidupan Anda. Hal ini juga dapat menjadi proses yang mendukung ketika akan melalui periode yang sulit atau stres meningkat, seperti memulai karier baru atau akan mengalami perceraian (hariyanto, 2010).

Terdapat 2 jenis terapi yaitu terapi medis dan psikoterapi. Terapi medis adalah perawatan yang menggunakan obat-obatan serta berhubungan dengan medis seperti ECT (Electroconvulsive Therapy), bedah syaraf (psychosurgery) dan lainnya. Sedangkan psikoterapi adalah perawatan dan penyembuhan terhadap gangguan dan penyakit jika dengan cara yang lebih psikologis daripada fisiologis maupun biologis. Istilah psikoterapi ini mencakup beberapa macam teknik yang semuanya dimaksudkan untuk membantu individu yang emosinya terganggu, sehingga mereka dapat mengembangkan cara yang lebih bermanfaat unruk menghadapi orang lain. Terdapat beberapa macam teknik psikoterapi namun teknik-teknik dalam psikoterapi pada dasarnya sama, yaitu adanya komunikasi antara klien (penderita) dengan terapis. Klien didorong untuk datang mengungkapkan rasa takut, cemas, emosi dan pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan secara bebas tanpa adanya rasa takut dan malu dicemooh oleh terapisnya. Di sisi lain, seorang terapis harus memiliki simpati dan empati, serta mencoba membantu klien mengembangkan cara yang efektif untuk menghadapi masalahnya. Banyak teknik yang digunakan dalam psikoterapi, yang sudah banyak digunakan adalah Psikoanalisis, Terapi Eksistensial/Humanistik dan Terapi Perilaku. Adapula teknik Gestalt, Analisis Transaksional, Rasional-Emotif dan Realitas.

Psikoterapi juga bisa dimaksud dengan serangkaian metode berdasarkan ilmu-ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental seseorang. Orang yang melakukan psikoterapi disebut Psikoterapis (Psychotherapist). Seorang psikoterapis bisa dari kalangan dokter, psikolog atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu psikologi dan mampu melakukan psikoterapi.

Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara profesional dan legal.

Sumber :
Prabowo, Hendro & B.P. Riyanti. (1998). Psikologi umum 2. Jakarta: Universitas Gunadarma
Feist, Jess & Gregory J. Fest. (2011). Teori kepribadian, edisi 7 buku 1. Jakarta: Salemba Humanika



Artikel 2



PERBEDAAN KONSELING DAN PSIKOTERAPI                                    
Perbedaan antara konseling dan psikoterapi adalah:
  • Konseling
  1. Berpusat pandang masa kini dan masa yang akan datang melihat dunia klien.
  2. klien tidak dianggap sakit mental dan hubungan antara konselor dan klien itu sebagai teman yaitu mereka bersama-sama melakukan usaha untuk tujuan-tujuan tertentu, terutama bagi orang yang ditangani tersebut.
  3. konselor mempunyai nilai-nilai dan sebagainya, tetapi tidak akan memaksakannya kepada individu yang dibantunya konseling berpusat pada pengubahan tingkah laku, teknik-teknik yag dipakai lebih bersifat manusiawi.
  4. konselor bekerja dengan individu yang normal yang sedang mengalami masalah.

  • Psikoterapi
  1. Berpusat pandang pada masa yang lalu-melihat masa kini individu,
  2. klien dianggap sakit mental.
  3. klien dianggap sebagai orang sakit dan ahli psikoterapi (terapis) tidak akan pernah meminta orang yang ditolongnya itu untuk membantu merumuskan tujuan-tujuan,
  4. Terapis berusaha memaksakan nilai-nilai dan sebagainya itu kepada orang yang ditolongnya.
  5. Psikoterapis berpusat pada usaha pengobatan teknik-teknik yang dipakai adalah yang telah diresepkan,
  6. terapi bekerja dengan “dunia dalam” dari kehidupan individu yang sedang mengalami masalah berat, psikologi dalam memegang peranan.


SUMBER: http://kulpulan-materi.blogspot.com/2012/05/perbedaan-antara-konseling-dan.html 


 Artikel 3

BENTUK-BENTUK UTAMA DALAM TERAPI

*      Terapi Supportive : Supportive Therapy
Menurut Kembaren (2009), tujuan dari supportive therapy adalah untuk menguatkan daya tahan mental yang telah dimilikinya, mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru dan yang lebih baik untuk mempertahankan fungsi pengontrolan diri serta meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan. 
.
Psikoterapi suportif (atau supresif atau non spesifik)Tujuan psikoterapi jenis ini ialah:
  • Menguatkan daya tahan mental yang dimilikinya
  • Mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru dan yang lebih baik untuk mempertahankan fungsi pengontrolan diri. ( Maramis, 2005)
  • Meningkatkan kemampuan adaptasi lingkungan (Anonym , 2001)
  • Mengevaluasi situasi kehidupan pasien saat ini, beserta kekuatan serta kelemahannya, untuk selanjutnya membantu pasien  melakukan perubahan realistik apa saja yang memungkinkan untuk dapat berfungsi lebih baik (Tomb, 2004).
Cara-cara psikoterapi suportif antara lain sebagai berikut:
v  Ventilasi atau kataris
·                  Persuasi atau bujukan (persuasion)
v  Sugesti
v  Penjaminan kembali ( reassurance)
·                  Bimbingan dan penyuluhan
·                  Terapi kerja
·                  Hipno-terapi dan narkoterapi
·                  Psikoterapi kelompok
·                  Terapi prilaku
*    Terapi Reeducative : Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya lebih      banyak di alam sadar, dengan usaha berencana untuk menyesuaikan diri.
*      Terapi Reconstuctive : Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknaya dialam tak sadar, dengan usaha untuk mendapatkan perubahan yang luas daripada struktur kepribadian dan pengluasan pertumbuhan kepribadian dengan pengembangan potensi penyesuaian diri yang baru.
Cara-cara psikoterapi rekonstruktif antara lain :
Psikoanalisa freud dan Psikoanalisa non freud psikoterapi yang berorientasi kepada psikoanalisa dengan cara : asosiasi bebas, analisis mimpi, hipoanalisa/sintesa, narkoterapi, terapi main, terapi kelompok analitik. 1. Beberapa jenis psikoterapi suportif semua dokter kiranya harus dapat melakukan psikoterapi suportif jenis katarsis, persuasi, sugesti, penjaminan kembali, bimbingan dan penyuluhan (konseling) kembali memodifikasi tujuan dan membangktikan serta memprgunakan potensi kreatif yang ada. Cara-cara psikoterapi reduktif antara lain :
-          Terapi hubungan antar manusi (relationship therapy)
-          Terapi sikap (attitude therapy)
-          Terapi wawancara ( interview therapy)
-          Analisan dan sinthesa yang distributif (terapi psikobiologik Adolf meyer)
-          Konseling terapetik
-          Terai case work
-          Reconditioning
-          Terapi kelompok yang reduktif
-          Terapi somatic

Sumber :
http://www.scribd.com/doc/27950595/psikoterapi-suportif





Tidak ada komentar:

Posting Komentar