Pengertian
Psikoterapi
Psikoterapi adalah usaha penyembuhan
untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi
(Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya
jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan,
pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan
istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran.
Psikoterapi adalah proses difokuskan
untuk membantu Anda menyembuhkan dan konstruktif belajar lebih banyak bagaimana
cara untuk menangani masalah atau isu-isu dalam kehidupan Anda. Hal ini juga
dapat menjadi proses yang mendukung ketika akan melalui periode yang sulit atau
stres meningkat, seperti memulai karier baru atau akan mengalami perceraian
(hariyanto, 2010).
Terdapat 2 jenis terapi yaitu terapi
medis dan psikoterapi. Terapi medis adalah perawatan yang menggunakan
obat-obatan serta berhubungan dengan medis seperti ECT (Electroconvulsive
Therapy), bedah syaraf (psychosurgery) dan lainnya. Sedangkan
psikoterapi adalah perawatan dan penyembuhan terhadap gangguan dan penyakit
jika dengan cara yang lebih psikologis daripada fisiologis maupun biologis.
Istilah psikoterapi ini mencakup beberapa macam teknik yang semuanya
dimaksudkan untuk membantu individu yang emosinya terganggu, sehingga mereka
dapat mengembangkan cara yang lebih bermanfaat unruk menghadapi orang lain.
Terdapat beberapa macam teknik psikoterapi namun teknik-teknik dalam
psikoterapi pada dasarnya sama, yaitu adanya komunikasi antara klien
(penderita) dengan terapis. Klien didorong untuk datang mengungkapkan rasa
takut, cemas, emosi dan pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan secara
bebas tanpa adanya rasa takut dan malu dicemooh oleh terapisnya. Di sisi lain,
seorang terapis harus memiliki simpati dan empati, serta mencoba membantu klien
mengembangkan cara yang efektif untuk menghadapi masalahnya. Banyak teknik yang
digunakan dalam psikoterapi, yang sudah banyak digunakan adalah Psikoanalisis,
Terapi Eksistensial/Humanistik dan Terapi Perilaku. Adapula teknik Gestalt,
Analisis Transaksional, Rasional-Emotif dan Realitas.
Psikoterapi juga bisa dimaksud dengan
serangkaian metode berdasarkan ilmu-ilmu psikologi
yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau
mental seseorang. Orang yang melakukan psikoterapi disebut Psikoterapis
(Psychotherapist). Seorang psikoterapis bisa dari kalangan dokter, psikolog
atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu psikologi dan mampu
melakukan psikoterapi.
Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara profesional dan legal.
Sumber :
Prabowo, Hendro & B.P. Riyanti.
(1998). Psikologi umum 2. Jakarta: Universitas Gunadarma
Feist, Jess & Gregory J. Fest.
(2011). Teori kepribadian, edisi 7 buku 1. Jakarta: Salemba Humanika
Artikel 2
PERBEDAAN
KONSELING DAN PSIKOTERAPI
Perbedaan antara konseling dan
psikoterapi adalah:
- Konseling
- Berpusat pandang masa kini dan masa yang akan datang melihat dunia klien.
- klien tidak dianggap sakit mental dan hubungan antara konselor dan klien itu sebagai teman yaitu mereka bersama-sama melakukan usaha untuk tujuan-tujuan tertentu, terutama bagi orang yang ditangani tersebut.
- konselor mempunyai nilai-nilai dan sebagainya, tetapi tidak akan memaksakannya kepada individu yang dibantunya konseling berpusat pada pengubahan tingkah laku, teknik-teknik yag dipakai lebih bersifat manusiawi.
- konselor bekerja dengan individu yang normal yang sedang mengalami masalah.
- Psikoterapi
- Berpusat pandang pada masa yang lalu-melihat masa kini individu,
- klien dianggap sakit mental.
- klien dianggap sebagai orang sakit dan ahli psikoterapi (terapis) tidak akan pernah meminta orang yang ditolongnya itu untuk membantu merumuskan tujuan-tujuan,
- Terapis berusaha memaksakan nilai-nilai dan sebagainya itu kepada orang yang ditolongnya.
- Psikoterapis berpusat pada usaha pengobatan teknik-teknik yang dipakai adalah yang telah diresepkan,
- terapi bekerja dengan “dunia dalam” dari kehidupan individu yang sedang mengalami masalah berat, psikologi dalam memegang peranan.
SUMBER: http://kulpulan-materi.blogspot.com/2012/05/perbedaan-antara-konseling-dan.html
Artikel 3
BENTUK-BENTUK UTAMA
DALAM TERAPI
Menurut Kembaren (2009), tujuan dari
supportive therapy adalah untuk menguatkan daya tahan mental yang telah
dimilikinya, mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru dan yang lebih
baik untuk mempertahankan fungsi pengontrolan diri serta meningkatkan kemampuan
adaptasi terhadap lingkungan.
.
Psikoterapi suportif (atau
supresif atau non spesifik)Tujuan psikoterapi jenis ini ialah:
- Menguatkan daya tahan mental yang dimilikinya
- Mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru dan yang lebih baik untuk mempertahankan fungsi pengontrolan diri. ( Maramis, 2005)
- Meningkatkan kemampuan adaptasi lingkungan (Anonym , 2001)
- Mengevaluasi situasi kehidupan pasien saat ini, beserta kekuatan serta kelemahannya, untuk selanjutnya membantu pasien melakukan perubahan realistik apa saja yang memungkinkan untuk dapat berfungsi lebih baik (Tomb, 2004).
Cara-cara psikoterapi suportif antara lain sebagai
berikut:
v Ventilasi atau kataris
·
Persuasi atau
bujukan (persuasion)
v Sugesti
v Penjaminan kembali ( reassurance)
·
Bimbingan dan
penyuluhan
·
Terapi kerja
·
Hipno-terapi dan
narkoterapi
·
Psikoterapi
kelompok
·
Terapi prilaku
Cara-cara psikoterapi rekonstruktif antara lain :
Psikoanalisa freud dan Psikoanalisa non freud psikoterapi yang berorientasi
kepada psikoanalisa dengan cara : asosiasi bebas, analisis mimpi,
hipoanalisa/sintesa, narkoterapi, terapi main, terapi kelompok analitik. 1.
Beberapa jenis psikoterapi suportif semua dokter kiranya harus dapat melakukan
psikoterapi suportif jenis katarsis, persuasi, sugesti, penjaminan kembali,
bimbingan dan penyuluhan (konseling)
kembali memodifikasi tujuan dan membangktikan serta memprgunakan potensi
kreatif yang ada. Cara-cara psikoterapi reduktif antara lain :
-
Terapi hubungan antar manusi (relationship therapy)
-
Terapi sikap (attitude therapy)
-
Terapi wawancara ( interview therapy)
-
Analisan dan sinthesa yang distributif (terapi psikobiologik Adolf meyer)
-
Konseling terapetik
-
Terai case work
-
Reconditioning
-
Terapi kelompok yang reduktif
-
Terapi somatic
Sumber :
http://www.scribd.com/doc/27950595/psikoterapi-suportif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar