Minggu, 01 Desember 2013

TUGAS LINTAS BUDAYA





Perbedaan Kebudayaan Indonesia Dan Australia

Jakarta (ANTARA News) – Perbedaan cara pandang antara Indonesia dan Australia akan selalu ada karena perbedaan budaya yang membentuk masyarakat negara masing-masing.
Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda pada acara seminar dan peluncuran buku bertema “Different Societies, Shared Future: Australia, Indonesia and the Region” di CSIS Jakarta, Selasa.
“Kita harus menerima kenyataan bahwa akan selalu ada perbedaan yang didasari perbedaan budaya antara Indonesia dan Australia. Komunitas kita tidak akan pernah sama laiknya bayangan cermin,” kata Menlu.
Namun, kata Menlu, sekalipun Indonesia dan Australia tidak akan pernah melihat dunia dengan cara yang sama bukan berarti tidak dapat saling berbagi kepentingan.
“Kita dapat berbagi tujuan sebagai sahabat dan rekan kolaborasi,” ujarnya.
Menlu juga menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia dan Australia akan memulai pembicaraan mengenai kerja sama pertahanan pada Juli 2006 dan diharapkan selesai pada akhir tahun.
Dubes Australia untuk Indonesia Bill Farmer mengatakan bahwa
pemerintah Australia berniat untuk membangun 2.000 sekolah di Indonesia dalam waktu lima tahun untuk mendorong kerjasama di bidang pendidikan.
Setelah Pemerintah Australia memutuskan untuk memberikan visa sementara kepada 42 warga asal Papua hubungan antara Pemerintah Indonesia dan Australia memang sempat memburuk.
Upaya pemulihan hubungan kedua negara tersebut terus dilakukan oleh kedua pemerintah hingga ke tingkat tertinggi dengan pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri John Howard di Batam baru-baru ini.
Pernyataan Howard mengenai kedaulatan Indonesia termasuk atas Papua dalam surat yang dikirimkan kepada Presiden Yudhoyono merupakan signal positif dalam upaya pemulihan hubungan kedua negara.(*)


Perbedaan Dunia Remaja Indonesia dan Australia
Dunia remaja di Indonesia dan Australia berbeda, salah satunya karena sistem sekolah di kedua negara tersebut berbeda. Menurut saya dunia sekolah sangat mempengaruhi dunia remaja karena remaja berada di sekolah setidaknya setengah hari. Jadi berikut ini saya akan mencoba meninjau perbedaan yang dipengaruhi oleh perbedaan dunia sekolah.
Kesempatan Mengungkapkan Pendapat
Sekolah di Australia memiliki kelas dengan ukuran yang lebih kecil dari Indonesia (paling banyak 30 murid). Ukuran kelas tersebut memungkinkan murid untuk aktif mengungkapkan pendapat dan berkreasi. Anak-anak bermasalahpun mendapat education assistant sehingga guru tetap bisa memperhatikan setiap anak di kelas dengan baik.
Sekolah Indonesia rata-rata memiliki antara 30-45 murid di setiap kelas. Hal ini membuat murid-murid Indonesia mendapat kesempatan mengungkapkan pendapat yang lebih kecil dibanding dengan murid-murid Australia. Tidak cukup waktu untuk mendengarkan pendapat setiap murid karena terlalu banyak murid. Tidak ada education assistant untuk murid yang bermasalah, jadi mungkin sekali bahwa ada murid yang merasa tidak diperhatikan karena guru memperhatikan murid yang lain.
Ujian yang Menentukan Naik Kelas atau Tidak
Di Indonesia, ada ujian setiap semester, setiap tahun, dan untuk kelas-kelas tertentu ada ujian nasional. Hasil ujian ini sangat menentukan apakah mereka akan naik kelas dan tinggal kelas. Di Australia ada ujian pula, namun anak-anak akan tetap naik kelas bagaimanapun hasil ujian mereka. Perbedaan sifat ujian ini mempengaruhi sikap murid di sekolah.
Di Indonesia, guru-guru tidak bisa mengabaikan ujian sehingga mereka berusaha mengajarkan apa yang akan diujikan kepada murid. Murid-murid Indonesia akan lebih serius dan mudah diatur untuk belajar karena kalau tidak belajar mereka akan gagal ujian. Dan apabila gagal ujian, mereka tidak naik kelas dan mereka akan malu sendiri. Sanksi sosial tidak naik kelas menurut saya cukup berat. Murid yang tidak naik kelas akan kehilangan teman-teman kelasnya (karena teman-temannya naik ke tingkat yang lebih tinggi sedangkan dia tidak) dan dianggap bodoh oleh lingkungan sosialnya. Oleh karena itu murid-murid akan benar-benar berusaha untuk naik kelas.
Di Australia meskipun ada tes, anak-anak tidak belajar pun tidak menjadi masalah, karena jika gagal mereka tetap naik kelas. Ini membuat murid-murid Australia lebih santai dan lebih susah diatur.
Kehidupan di Luar Sekolah
Pekerjaan Rumah (PR)
Di Indonesia, guru-guru memberikan pekerjaan rumah dan tugas kelompok. Keadaan ini membuat murid-murid Indonesia menyediakan waktu 1-3 jam setiap harinya untuk membuat PR atau tugas kelompok. Sedangkan di Australia guru-guru berusaha untuk tidak memberikan PR. Semua pekerjaan diselesaikan di sekolah, sehingga remaja Australia mempunyai lebih banyak waktu untuk beristirahat atau bermain.
Kegiatan Ekstrakurikuler
Di sekolah Indonesia, ada banyak kegiatan ekstrakurikuler dimana murid diwajibkan memilih satu kegiatan. Kegiatan yang didampingi guru ini biasa dimulai sepulang sekolah dan berlangsung kurang lebih 1.5 jam. Karena itu, murid-murid yang aktif bisa berada di sekolah dari pukul 7 pagi sampai pukul 4 sore. Mereka tidak punya banyak waktu luang untuk bermain karena sepulang sekolah mungkin PR sudah menunggu untuk dikerjakan. Sedangkan di Australia, murid-murid tidak tinggal di sekolah setelah pelajaran selesai. Mereka harus pulang ke rumah atau mencari kegiatan sendiri.
Les/ Tutorial
Masih berkaitan dengan ujian yang dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting, murid-murid Indonesia yang merasa kurang mampu memahami pelajaran pergi belajar tambahan di sore hari di lembaga-lembaga. Ada pula yang memilih memanggil tutor datang ke rumah.
Kesimpulan yang dapat saya tarik dari keadaan-keadaan di atas adalah waktu luang murid-murid Indonesia lebih terbatas dibandingkan dengan murid-murid Australia. Selebih itu, kegiatan mereka sama seperti yang dilakukan remaja di seluruh dunia. Sebagian suka berolahraga, sebagian suka menekuni musik, sebagian suka bermain PS sebagian suka membaca buku dan lain-lain.

SUMBER:http://www.beritakaget.com/arsip/perbedaan-budaya-indonesia-dengan-australia.html
http://popolisi.wordpress.com/perbedaan-kebudayaan-indonesia-dan-australia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar